Menjadi Qori’ah Internasional Karena Do’a Orangtua

Seorang anak tentunya ingin selalu memberikan kejutan terbaik kepada orangtuanya, salah satunya adalah dengan mempersembahkan prestasi-prestasi yang dapat ia capai. Prestasi yang didapatkan seseorang tentunya mulai didapatkan pada waktu yang berbeda-beda, ada yang sedari kecil sudah menjuarai lomba-lomba bergengsi, adapula yang sudah mendapat gelar ini itu baru bisa mengukir prestasi yang berarti. Salah satu contohnya adalah Sofia, Mahasiswi semester lima jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Humaniora di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Sofia merupakan peserta terbaik IV MTQ Internasional di Kerajaan Maroko cab. 5 juz dan tilawah.

Sofia Mawaddah Al-insyirah adalah anak sulung dari pasangan H. Fahrurazi, MM dan Laili Agustini, S. Ag. Kedua orang tuanya merupakan orang yang terkenal bergelut di bidang tilawah Alquran. Karenanya Sofia dan saudara-saudaranya terus diasah dalam bidang tersebut juga.

Sofia mulai mengikuti perlombaan di bidang tilawah Al-Qur’an sejak ia duduk dibangku Taman Kanak-kanak, meski tak selalu mendapat juara. Namun pengalaman-pengalaman lomba yang sudah sedari dini tersebut terus mengasah kemampuannya. Hingga ia memasuki bangku perkuliahan ia tetap eksis dalam mengikuti perlombaan, terutama di bidang tahfiz dan tilawah Al-Qur’an.

Perlombaan yang ia juarai selama menjadi Mahasiswa kurang kebih ada tujuh perlombaan, mulai dari tingkat provinsi maupun Internasional. Lomba-lomba tersebut antara lain Juara I STQ Nasional cab. MHQ 5 juz dan tilawah di Kalimantan utara th. 2017, Juara Harapan I MTQ tk. prov Kalsel Cab. Tafsir B. Arab 2017, Juara 3 Tahfiz 10 juz MTQ tk. Prov Kalsel th. 2018, Terbaik IV MTQ Internasional di Kerajaan Maroko cab. 5 juz dan tilawah th. 2018, Juara I tilawah pekan tilawatil Qur’an RRI tk. Prov. Kalsel, Juara I tahfiz 10 juz MTQ tk. Kota BJM th. 2019, dan Juara II MHQ 5 juz dan tilawah PIONIR PTKIN se-Indonesia th. 2019.

Bagi gadis kelahiran Banjarmasin ini, lomba yang paling menarik dan berkesan yang pernah ia ikuti adalah perlombaan di Kerajaan Maroko pada tahun 2018 silam. Dimana selain mempersiapkan diri untuk perlombaan ia juga mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan keadaan dan budaya negara orang lain. Namun disamping perjuangan dalam perlombaan, begitu banyak hal yang menarik pula ia dapatkan, salah satunya adalah pemandangan dan panorama yang indah disekitar tempat perlombaan.

Sofia sendiri menyatakan tidak terlalu berambisi dalam mengikuti lomba, namun jika diminta untuk mengikuti perlombaan maka ia akan bersungguh-sungguh dalam menjalaninya. Karena ketika menjadi peserta perlombaan ia merasa ada amanah yang ia emban, dimana ia mewakili provinsinya atau bahkan negaranya sendiri. Maka ia akan terus memberikan dan melakukan yang terbaik. Tentunya niat harus diperbaiki, ujarnya. Sofia menuturkan bahwa ketika mengikuti perlombaan jangan berniat untuk mengalahkan siapa atau menjadi lebih baik dari siapa, namun benar-benar niatkan mengikuti lomba untuk mengetahui batas kemampuan diri. Sehingga akan mendapatkan banyak pelajaran setiap habis mengikuti perlombaan.

Meskipun terlihat luar biasa ketika menjadi juara di sebuah perlombaan, tetap banyak suka maupun duka yang ia rasakan selama mengikuti perlombaan yang ada. Salah satu yang paling sering mengganggu adalah hujatan  atau komenan orang lain yang pastinya tidak tau keadaan yang sebenarnya. Ketika ia sudah menjuarai hingga tingkat internasional maka ia harus mengikuti lomba pada cabang lain dan pastinya memulai lagi dari nol. Namun orang sudah terpaku pada pandangannya yang mencap Sofia adalah orang yang terbiasa menang hingga Internasional. Sehingga ketika ia mulai lagi dari nol pada cabang lain dan dari tingkat daerah regional, jika ia menang pasti ada orang yang mengatakan bahwa ia tidak berhak di ranah regional dan kasihan lawan lainnya, dan jika kalah maka ada orang yang menghinanya. Namun tetap ia mencoba menikmati setiap yang ia hadapi tanpa terus menggubris hal-hal tersebut.

Sofia menyatakan bahwa prestasi yang ia dapat sampai saat ini tentunya bukan karena usaha kerasnya saja, namun lebih karena doa orang tuanya. Ia tidak pernah bermimpi menjuarai lomba internasional namun orangtua nya selalu mendoakan agar ia bisa menjadi qori’ah Internasional, dan Alhamdulillah semua itu sudah terkabul. Oleh karena itu Sofia menegaskan bahwa kesuksesan itu adalah usaha dan doa orang tua, kalau mau sukses jangan lupakan dua hal itu.

Sampai saat ini impian yang masih terus ia upayakan adalah menjadi penghafal Al-Qur’an yang Mutqin (lancar) 30 juz.

Tags

Add Comment

Your email is safe with us.

Sign In Infopelajar.id

or

Account details will be confirmed via email.

Reset Your Password