Memilih pilihan

Memilih pilihan

 “Hidup adalah pilihan, saat kau tak memilih, itulah pilihanmu. (Luffy – One Piece)

Hidup terkadang hanya berisi pilihan-pilihan yang mengantarkan kita pada sebuah keputusan yang harus kita ambil. Meski nyatanya menentukan pilihan itu tak mudah, banyak hal yang mesti di pertimbangkan. Begitulah kiranya kita dipaksa untuk memilih jawaban atas permasalahan yang ada.

Dalam menjalani suatu hal, kita sering diberi pilihan antara menyerah, bertahan, atau berjuang? Pilihan itu sering kali muncul disaat terjadi kegagalan ataupun kendala ditengah jalan. dan seringnya hal tersebut membuat kita ragu, malas melangkah, ingin mundur, dan keinginan lainnya yang membuat langkah ini terasa berat untuk maju.

Lantas harus bagaimana? apa yang harus kita pilih, memperjuangkan apa yang selama ini telah kita kerjakan dengan harapan semoga kelak bisa mendapatkan sesuatu yang besar, tapi apakah iya jika kita berjuang pasti akan mendapatkan hal besar itu. Boleh jadi kita malah menyesali hal tersebut sebab yang kita perjuangkan hanyalah kesia-sian yang tak ada artinya, padahal disisi lain ada sesuatu yang lebih pantas kita perjuangkan. Terus berjuang di jalan yang salah hanya membuang-buang waktu kita.

Lalu, apakah harus menyerah jika tak kunjung berhasil? tapi siapa yang menjamin kalau di hadapan kita hanyalah sebuah kesia-sian yang tak pernah ada hal besar didalamnya, bisa jadi kita malah menyesali keputusan untuk menyerah bahwasanya sejengkal lagi dihadapan kita telah disiapkan hal besar yang selama ini kita dambakan.

Maka Pada akhirnya, tak ada yang salah dengan kedua pilihan itu; memilih mundur agar tidak mensia-siakan waktu di jalan yang salah itu baik, atau memilih berjuang dengan harapan bisa mendapatkan hal besar didepan sana pun baik, sebab diantara semua ketidakpastian itu kita  hanya bisa merencanakan dan berusaha melakukannya dengan baik, bukan menentukan bagaimana hasil akhirnya, atau kita harus sadar bahwa kegagalan yang kita alami merupakan sesuatu yang dikehendaki Tuhan, sekalipun hal itu tak pernah kita inginkan, begitupun sebaliknya.

Maka pilihlah pilihanmu, jangan sampai kita terlambat menyadari bahwa kapal telah berlayar jauh ke tengah samudra sedangkan kita masih saja melamun menunggu di bibir pantai.

(Bumi Cendrawasih, 2020)

Tags

Add Comment

Your email is safe with us.

Sign In Infopelajar.id

or

Account details will be confirmed via email.

Reset Your Password