Kumpulan dan Ringkasan Seminar Online Cara Sukses dan Pengalaman Dapatkan Beasiswa Kuliah ke Timur Tengah Akhmad Yani (Versi Lengkap)

Kumpulan dan Ringkasan Seminar Online Cara Sukses dan Pengalaman Dapatkan Beasiswa Kuliah ke Timur Tengah Akhmad Yani (Versi Lengkap)

Berbicara masalah pendidikan di Mesir, pasti tak asing yang namanya Universitas al-Azhar. Ada banyak jalur yang bisa membuat kita sekolah ke Universitas al-Azhar, salah satunya adalah jalur Seleksi Timur Tengah yang diadakan oleh Kemenag. Seleksi itu menyediakan tiga opsi negara yang bisa dipilih, yaitu Mesir, Maroko dan Sudan.

Peserta seleksi terbanyak adalah Mesir, tiap tahun jumlahnya terus meningkat. Dari seleksi itu dibagi menjadi dua bagian khusus untuk Mesir, yaitu beasiswa dan non beasiswa, sedangkan untuk Maroko dan Sudan hanya tersedia beasiswa.

Peserta seleksi yang mendapatkan nilai 20 terbesar se-Indonesia berhak mendapatkan beasiswa sesuai negara tujuan yang dia pilih. Alhamdulillah pada seleksi tahun akademik 2016/2017 saya termasuk peraih beasiswa 20 besar se-Indonesia dan peraih nilai tertinggi dalam seleksi tes wilayah Kalimantan yang berlokasi di IAIN Antasari Banjarmasin (pada saat itu masih IAIN, sekarang sudah menjadi UIN) dan juga menjadi orang pertama yang berhasil mendapatkan beasiswa jalur seleksi ujian Kemenag dari daerah Kalimantan.

Sampai 2019, baru muncul satu orang lagi dari Kalimantan yang berhasil lolos 20 besar seleksi Kemenag negara tujuan Mesir, namanya Annida Khafiyya, tapi sampai sekarang dia belum bisa berangkat, sebab pandemi Corona yang belum juga reda. Kita doakan semoga Allah permudah keberangkatannya menuntut ilmu ke Mesir.

Kembali ke pembahasan awal, sebab hasil prestasi itu, saya banyak diminta untuk sharing-sharing ilmu atau tips trik agar sukses menghadapi ujian seleksi timur tengah, baik itu secara offline maupun online, lebih sering online daripada offline, alasannya karena saya sudah di Mesir.

Karena itu, saya berinisiatif untuk membuat tulisan ini, agar teman-teman, kakak-kakak, atau adik-adik semua bisa mengambil manfaat dari cara saya berjuang untuk mendapatkan beasiswa Universitas al-Azhar.

Tulisan ini bisa dibilang berisikan kumpulan dan ringkasan dari beberapa sharing saya dulu baik ketika diminta Ustadz Nasrudin Atha (pimpinan Pondok Pesantren Babussalam di Tanah Grogot) maupun lainnya. Karena saat itu saya lagi masa ujian Universitas al-Azhar, saya hanya bisa sharing melalui Whatsapp. Untuk lebih lengkapnya ada di bawah ini.

Bismillahirrahmânirrahîm

Assalamualaikum wr wb.

Saya ucapkan terima kasih buat ust. Atha, karena sudah mengundang saya ke grup ini. Terima kasih juga buat bu Elis dan ust. Zainudin selaku pembimbing adik-adik semua.

Buat adik-adik semua, salam kenal ya! Mungkin sebagian sudah ada yang kenal sama saya. Untuk mempererat silaturahmi, izinkan saya memperkenalkan diri sekali lagi.

Nama saya Akhmad Yani, biasa dipanggil Yani atau Ahmad. Saya alumni Ponpes Al-Falah Putera Banjarbaru tahun 2016 dan ikut seleksi Kemenag 2016 juga. Ttl saya: Sungai Danau Kal-Sel, 19-10-1996.

Jadi di sini, saya mau sharing pengalaman persiapan, tips-trik dll. walau tidak banyak, saya berharap informasi-informasi dari saya dapat membantu adik-adik semua.

Oke, dulu ceritanya saat seleksi, saya juga dibantu ust. Atha dalam mengikuti seleksi Kemenag tahun 2016. Mulai dari mengantar, mengajar, ngasih makan dll. Selain ust. Atha, ada banyak ustadz-ustadz saya di pondok saya yang mengajari saya, membantu dan mendukung, seperti: Ust. H. Syamsuni (sekarang  beliau jadi pimpinan ponpes Al-Falah Putera Banjarbaru), ust. Sailillah Lc, ust. Ubaidillah Lc dll. yang tidak bisa saya sebutkan semuanya.

Alhamdulillah, sebab bantuan dan bimbingan dari guru-guru saya semua yang menjadi perantara saya lulus ujian seleksi Kemenag 2016 dan terpilih sebagai penerima beasiswa dan juga saat itu saya mendapat nilai tertinggi di lokasi tes IAIN Antasari Banjarmasin untuk daerah Kalimantan.

Bentar aku coba cari gambarnya

Selengkapnya di link ini https://bit.ly/3bcNlUR

Selengkapnya di link https://bit.ly/3llYhnF

Sekarang zaman serba online. Bisa bimbel online, belajar dengan syekh-syekh di Google, Youtube, Facebook dll. Belajar dengan syekh-syekh yang di Mesir pun juga bisa secara online. Bedanya kami yang di Mesir dan mereka yang belajar online adalah berkah dan rasa nyaman bersama guru. Ilmu bisa didapat di mana-mana tapi ketika kita ingin mencari berkah, itu tak bisa didapat di sembarang tempat. Salah satu cara mendapatkannya adalah dengan mendekat kepada orang-orang saleh.

Di Mesir itu syekh-syekhnya sangat banyak, tanahnya bersejarah. Ada sejarah Fir’aun dan dedemitnya, ada sejarah bekas Nabi Musa As. dan Harun As., terus sejarah para sahabat Rasulullah Saw. dan ahlul bait beliau, sejarah tabiin-tabiin, sejarah dinasti Umayyah, Abbasiyah dan sejarah-sejarah lainnya.

Di Mesir, bagi teman-teman yang suka berziarah, adalah tempat yang sangat tepat, karena sangat banyak makam-makam orang saleh. Teman-teman bisa berziarah ke makam Imam Syafi’i, pendiri mazhab kita sendiri, ada makam Ibnu Hajar al-Asqalani pengarang kitab Fathul Bârî: syarah Shahîh al-Bukhârî, ada makam Imam Jalaludin as-Sayuthi salah satu pengarang Tafsîr Jalâlain, ada makam Imam Bushiri pengarang Qaşidah Burdah yang terkenal di seluruh dunia, ada juga kubur cucu Rasulullah Saw. yaitu Sayyidina Husein dan masih banyak lagi.

Ada aplikasi yang memuat informasi-informasi untuk teman-teman, nama aplikasinya ESI (Egypt Student Information) bisa didownload di Playstore

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.information.egyptstudent

Ini adalah link yang hampir menunjukkan semua destinasi makam-makam orang saleh yang bisa kamu ziarahi, khususnya di kota Kairo  https://goo.gl/maps/hdUUpmQkgDN2

Kalau link ini isinya tentang biografi para Grand Syekh Azhar https://egyptstudentinformation.com/biografi-masyayikh-azhar/

Jadi kadang saya dan kawan-kawan jalan-jalan bersama menziarahi makam-makam orang saleh. Di samping kita mencari berkah, belajar di masjid al-Azhar, kuliah dan majelis ilmu serta ziarah ke makam orang saleh, kita juga bisa jalan-jalan (traveling) melihat peninggalan sejarah peradaban Islam, seperti benteng Shalahudin al Ayubi. Jalan-jalan melihat ke museum Mesir, di sana ada  mumi Fir’aun, barang-barang peniggalan zamannya dll. Kalian juga bisa jalan-jalan ke piramida, ke pantai Alexandria, ke Hurgada, ke Gunung Sinai tempat Nabi Musa As. menerima wahyu dan ke tempat-tempat lainnya.

Fyi, saya jalan-jalan itu semuanya gratis, karena dapat subsidi beasiswa dari al-Azhar. Jadi kita di Mesir enggak belajar melulu, sesekali kita diberikan rihlah (jalan-jalan) untuk menghibur diri. Menurut saya beasiswa al-Azhar benar-benar nikmat. Al-Azhar memberikan beasiswa kepada pelajar asing berupa uang saku tiap bulan, makan, tempat tinggal, air, listrik dan segala fasilitasnya seperti, perpus, gym dll. Jumlah pelajar asing yang ada di Bu’uts (asrama penerima beasiswa al-Azhar) tercatat sebanyak 3408 orang laki-laki dan perempuan, dan 2056 orang laki-laki dan perempuan yang non mukim di Bu’uts.

Selengkapnya tentang buuts di link ini https://fpib.web.id/

Jika teman-teman tertarik dengan traveling di Mesir, kalian bisa tonton Vlog Jejak Nile yang dibuat teman saya Lukman Hakim. Fyi, dia juga salah satu dari 20 besar yang lulus seleksi Kemenag itu, bisa kalian lihat di link yang saya kirimkan di atas tadi.

Nah… Semua itu tidak saya dapatkan secara instan, ada perjuangan di baliknya. Bagi saya ada satu hal yang paling berpengaruh dalam hidupku setelah Allah dan Rasulullah Saw., yaitu orang tua saya. Bercerita tentang keluarga, saya dari keluarga biasa saja. Ayah saya pedagang. Ibu saya berperan sebagai IRT. Watak ayah saya kalem, sedang ibu saya orang yang polos. Ibu saya umurnya lebih 70-an sekarang.

Salah satu rahasia saya agar berhasil adalah perantara doa orang tua. Kenapa harus orang tua? Mereka berdua itu adalah cheat (istilah dalam game agar bisa mendapat kemudahan) dalam hidupmu. Ketika kamu baik kepada mereka, rida Allah ada padamu. Doa mereka sangat mustajab. Hanya doa yang bisa manusia lakukan untuk mengubah takdir.

Ada banyak cara Allah kabulkan doa kita, pertama Allah kabulkan seperti keinginan kita. kedua Allah ganti dengan yang lain yang lebih baik, ketiga Allah ampunkan dosa, dll, yang pasti Allah akan memberikan yang terbaik dan yang paling tepat untuk hamba-Nya.

Allah berfirman dalam al-Qur’an:

﴾…. وَعَسَىٰۤ أَن تَكۡرَهُوا۟ شَیۡـࣰٔا وَهُوَ خَیۡرࣱ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰۤ أَن تُحِبُّوا۟ شَیۡـࣰٔا وَهُوَ شَرࣱّ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ یَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ﴿

[QS. Al-Baqarah: 216]

Artinya: “…. Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Kalau orang tua mendoakan kita, saya yakin 100% Allah pasti kabulkan. Lalu terserah Allah mau bagaimana Dia kabulkan doa orang tua kita, entah itu dosa dihapuskan atau apalah itu. Saya yakin  Allah pasti mengabulkan.

Ada beberapa hadis tentang keutamaan doa orang tua ke anaknya, beberapa di antaranya:

دعاء الوالدين مستجاب فاطلب الدعاء

قال النبى صلى الله عليه وسلم : ثلاث دعوات مستجاب لهن ولاشك فيهن , دعوة المظلوم , ودعوة المسافر , ودعوة الوالدين على الولد (احمد والبخارى) وفى رواية دعوة الوالد لولده

Artinya: “Nabi ﷺ bersabda: Ada tiga doa yang mustajab, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang sedang dalam perjalanan, dan doa orang tua kepada anaknya” (HR. Ahmad dan Bukhari) dalam riwayat yang lain menggunakan huruf jer ل di bagian bagi anaknya.

Dalam bahasa Arab huruf ketika kata دعاء  disandingkan dengan huruf jer على maka maknanya menjadi mendoakan keburukan, tapi ketika disandingkan dengan huruf jer ل maka makna menjadi mendoakan kebaikan. Karena ini bukan tempat untuk membahasnya, jadi saya tidak akan membahas panjang lebar tentang itu, tapi yang pasti maksud yang ingin saya sampaikan adalah doa kebaikan dari orang tua terhadap anaknya.

– وقال النبى صلى الله عليه وسلم : اربعة دعوتهم مستجابة , الامام العادل , والرجل يدعو لأخيه بظهر الغيب، ودعوة المظلوم، ورجل يدعو لولده.

– طلب رجل من احد الصالحين ان يدعو لابنه فقال : دعاؤك له ابلغ دعاء الوالد لولده كدعاء النبى لأمته.

– دعاء الوالد لولده، كدعاء النبي لأمته.

الراوي: أنس بن مالك المحدث: الألباني – المصدر: ضعيف الجامع – الصفحة أو الرقم: 2976

Hadis setelahnya pun juga bermakna demikian. Kemudian kalimat setelahnya itu membuat saya sedikit terkagum, entah itu hadis lemah atau perkataan ulama, wallahu a’lam. Dan saya sudah mendengarnya sejak lama ketika masih santri di al-Falah, saat itu saya polos-polosnya dan sangat yakin tentang itu. Katanya: “Doa ayah mustajab, seperti doa nabi pada umatnya.

Ada yang mengartikan kata الوالد ayah saja, ada juga yang mengartikan orang tua karena pada umumnya kata itu dalam bahasa Arab sudah mencakup keduanya. Terlepas dari itu saya berpikir, lalu bagaimana dengan doa Ibu? Sebagaimana hadis yang masyhur menceritakan bahwa ibu adalah orang tua yang derajatnya lebih mulia 3x dari ayah. Combo dapetnya teman-teman.

Ditambah lagi ibu saya adalah orang yang rajin beribadah, setiap malam beliau saya lihat tahajud (pas saya bangun doang, kalau enggak bangun, berarti enggak liat, haha). Ibu saya termasuk emak-emak polos yang enggak terlalu ngerti dunia luar, cuma bisa ngaji, jualan dan sholat-sholat, gitu-gitu aja.

Dari perantara usaha dan doa orang tua saya, Allah datangkan cepat paham dan keberuntungan. Menurut saya pribadi, saya bukan orang pintar. Mungkin saya orang yang beruntung. Kenapa? Ini berdasarkan pengalaman saya, ya mungkin sebab doa orang tua dan para guru, serta teman-teman.

Entah kenapa, saya punya firasat yang sering membantu saya dalam menjalani hidup. Contohnya, ketika saya ujian, saya enggak perlu mempelajari semua pelajaran. Entah kenapa, muncul sendiri di benak saya, ini penting, ini kurang. Saya rasa masing-masing kita punya seperti itu (menebak), ya itu mungkin tergantung tingkat kepekaan masing-masing.

Misal nih batas pelajaran dari bab 1 sampai 10, saya cuma mempelajari bab 1, 4 dan 6. Eh kebetulan ternyata yang keluar cuma bab 1 dan 4. Itu namanya keberuntungan, kan ya? Hoki banget kan ya? Jadi intinya yang saya maksud, keberuntungan itu pun juga bisa diusahakan, yaitu dengan mengerjakan hal-hal yang menambah rezeki, lalu Allah menambahkan rezeki kita sesuai kebutuhan kita, karena Allah adalah Tuhan yang Maha pengertian. Dia pasti memberikan yang terbaik.

Dan alhamdulillah saya saat Aliyah di Ponpes Al-Falah Putera Banjarbaru selalu juara 1 di kelas, dan juga ketika kelas 3 Aliyah, saya menjadi juara 2 nilai tertinggi antar kelas 3 Aliyah. Orang pintar enggak menjamin kesuksesan ya, tapi orang yang beruntung, pandai bergaul, bagus akhlaknya dan istikamah dalam berusaha, persentase kesuksesannya lebih tinggi.

Ada perkataan guru saya di pondok saya dulu yang sedikit menggelitik saya, katanya “yang juara kelas ya itu-itu terus orangnya. Soalnya mereka sudah pintar, rajin lagi.” Saya pernah nemu qoute yang bilang “Orang pintar pemalas akan kalah dengan orang bodoh rajin” dalam hati saya mengomentari, jarang orang pintar malas. Kebanyakan orang-orang pintar mah pada rajin. Seharusnya dia bikin qoute kayak gini “orang pintar sering kalah sama orang beruntung”

Kata ust. Abdul Wahab Ahmad di tulisannya yang ada di Facebook: Ada tiga hal yang sering dianggap sepaket, tapi nyatanya berbeda, yakni: Cerdas, banyak Ilmu dan didengar orang. Orang cerdas bisa dari gen keturunan atau keberuntungan. Orang banyak ilmu, karena rajin belajar, lalu dia menjadi pintar. Dan orang didengar, biasanya mereka lebih beruntung, bisa sebab pembawaan yang disampaikan bagus, menarik dll.

Sekali lagi saya tekankan di sini, keberuntungan itu bisa diusahakan dan kita semua sama di mata Allah, yang paling mulia adalah dia yang paling bertakwa. Kesuksesan yang sebenarnya adalah ketika kamu sudah dinyatakan sebagai penduduk asli surga, itu baru namanya sukses. Karena kadang kala yang terlihat nikmat itu bisa jadi istidrâj dari Allah (lanjuran agar dipermudah berbuat maksiat). Semoga Allah lindungi kita semua.

Lihat Fir’aun dipenuhi dengan kenikmatan, tapi apa yang ada pada dirinya, membuat dia terus lupa diri. Jadi ketika kita sudah beruntung jangan sampai putus syukurnya, karena kalau kita terus bersyukur, maka rezeki kita akan terus Allah tambahkan. Saya punya teman yang membuat saya kagum dengan ide kreatifnya dalam bersyukur, dia membuat diary syukur, contohnya seperti gambar di bawah ini:

Jika gambar tidak muncul klik di sini

Jadi salah satu rahasia saya juga, saya selalu berusaha mengamalkan hal-hal yang menarik rezeki. Walau enggak istikamah, tapi ya saya usahakan. Kalau teman-teman bisa istikamah, malah kalian hebat.

Dulu di pondok saya Al-Falah Putera Banjarbaru salah satu kegiatannya adalah wajib sholat duha berjamaah. Alhamdlilah saya bisa terus ikut kegiatannya selama 7 tahun di pondok, dan sampai sekarang pun alhamdulillah saya masih sholat duha walau bolong-bolong.

Di samping itu, kita juga harus berusaha meninggalkan hal-hal yang mengurangi rezeki. Beberapa dari itu ada di dalam kitab Ta’lim Muta’allim di bab فيما يجلب الرزق وما يمنعه (hal-hal yang menarik rezeki dan hal-hal yang menegah datangnya rezeki).

قال رسول الله ﷺ : “لا يرد القدر إلا بالدعاء، ولا يزيد في العمر إلا البر، فإن الرجل ليحرم من الرزق بذنب يصيبه.” (رواه الإمام أحمد وابن ماجه)

Artinya: Rasulullah Saw. bersabda: “tidak ada yang bisa mengubah takdir kecuali dengan doa, dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali perbuatan baik. Maka seseorang sungguh tertegah rezekinya sebab dosa yang ia tanggung.” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah)

Di antara yang mendatangkan rezeki:

  1. Perbuatan baik
  2. Sholat dengan khusu’ serta menyempurnakan rukun-rukun dan sunah-sunahnya
  3. Sholat duha
  4. Sedekah
  5. Bagus tulisan
  6. Bagus tutur kata (sopan dan berakhlak mulia)
  7. Membersihkan halaman rumah
  8. Membaca surah al-Waqi’ah pada waktu malam
  9. Membiasakan diri dalam keadaan suci dan lain-lainnya

Di antara yang mengurangi rezeki:

  1. Sering berbuat dosa
  2. Berdusta
  3. Tidur pada waktu subuh
  4. Memanggil orang tua dengan namanya langsung
  5. Tergesa-gesa keluar dari masjid
  6. Tidur dalam keadaan telanjang dan lain-lainnya

Untuk selengkapnya teman-teman bisa langsung buka kitabnya saja, biar tulisan ini tidak terlalu panjang. Menurut saya salah satu poin paling penting dalam menarik rezeki setelah sholat adalah akhlak mulia.

Mari kita perhatikan Rasulullah Saw., saya tidak bilang bahwa Rasulullah Saw. hanya dipuji Allah karena akhlak beliau saja. Memang hal lainnya juga dipuji, tapi Allah lebih menonjolkan kemuliaan akhlak beliau dibanding kepintaran beliau ketika menggambarkannya dalam al-Qur’an.

﴿وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ﴾

Artinya: “dan sungguh engkau (wahai Rasulullah Saw.) benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” [QS. Al-Qalam: 4]

Kita semua tahu salah satu sifat Rasulullah Saw. adalah fatanah (cerdas). Bukti cerdasnya seseorang adalah kemuliaan akhlak. Semakin cerdas, insyaallah semakin mulia akhlak. Tapi jika semakin pintar, malah jadi sombong atau semakin buruk. Berarti ilmu yang ada itu tidak berkah dan tidak bermanfaat, dan itu namanya istidrâj (lanjuran). Semoga Allah melindungi kita semua dari itu.

Kadang Allah menguji hamba-Nya dengan munculkan orang yang Allah takdirkan dia dalam keadaan lebih buruk dari pada kita saat itu. Apakah kita merasa lebih baik dari dia, lalu meremehkan, na’ûżubillâh min żâlik. Semua yang ada di kita adalah bantuan dari Allah

Kembali lagi, jika kita bisa memperbagus akhlak lahir dan batin insyaallah rezeki kita akan semakin banyak. Walau kita gagal memperbaiki diri, terus berusaha dan minta ampun serta bantuan dari Allah. Terus berusaha memperbaiki diri. Meminta maaf jika salah. Meminta maaf itu hal luar biasa, yang susah dikerjakan orang yang hatinya keras, apalagi meminta maaf walau bukan kita yang salah.

Orang yang meminta maaf dan yang memaafkan, bisa tidur nyenyak dan dunia tetap luas baginya. Saya enggak bilang kalau saya pribadi berakhlak bagus, cuma saya mengurangi hal-hal yang mempersulit saya di padang mahsyar nanti. Seenggaknya saya berusaha agar tidak mengganggu, atau menjahili apalagi menjadi parasit.

Menanamkan Keyakinan Allah yang Mengatur

Lalu kemudian, di samping berusaha memperbagus akhlak, saya punya cara lain juga, yaitu saya tanamkan dalam hati sekuat-kuatnya “Bahwa Allah yang membuatku bisa dan paham.”

Mari kita pikirkan, siapa yang mengajarkan balita jadi mengetahui kata ini adalah bermakna ini dll. Itu muncul secara sendirinya bisa secara sendirinya. Ia belajar sendiri dengan caranya sendiri lalu Allah pahamkan dengan kekuasaan Allah. Perlu kita ingat juga semua usaha kita hanya perantara, hakikat yang sebenarnya adalah paham yang Allah tanamkan dalam diri kita.

Jadi begitulah ketika saya belajar. Saya cuma berusaha mengerjakan perantara, tetap Allah yang berikan paham. Jangan mengeluh ketika kita lambat paham atau kesulitan, karena itu semua adalah kehendak Allah. Agar hati kita tetap tenang, maka kita jangan hidup sesuai keegoisan. Kita ingin semua yang menurut kita baik ada pada kita.

Jangan begitu. Soalnya kalau kita begitu, maka kita secara tidak langsung merasa lebih pandai daripada Allah dalam menentukan kebaikan, padahal Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita. Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Jangan mengambil sifat tuhan. Itu yang saya tangkap dari tulisan kakak kelas saya ust. Fahmi Ain Fath yang dijelaskan oleh syekh Amar Wardani.

Bisa jadi Allah buat peringkat kelas kita rendah, agar menjaga hati kita supaya tetap baik dan tidak merasa sombong, karena bisa jadi ketika kita peringkat 1, kemudian muncul rasa sombong, lalu tercatatlah dosa dan nanti akan menjadi alasan kita diazab di akhirat, na’użubillâh. Ketahuilah semua perlindungan itu adalah kasih sayang Allah.

Kembali lagi ke sebelumnya, yaitu bagus akhlak. Jadi kalau kita kepada Allah saja sudah suuzan, lalu bagaimana kita mau banyak dapat keberuntungan? Tidak senangnya kita dengan takdir yang Allah berikan pada kita adalah bukti kita suuzan dengan tuhan, kita merasa lebih tahu mana yang lebih baik untuk diri kita.

Setelah kita bisa menata hati dengan keyakinan bahwa Allah yang tanamkan paham, insyaallah kita akan mudah paham, terus berdoa dan berusaha belajarnya. Semua biqudratillâh. Jika begitu, hati kita akan tenang dan bisa menerima apapun yang Allah berikan kepada kita, karena kita tahu Dia menyayangi kita sebagai hamba-Nya.

Kemudian setelah itu, kita harus bisa rajin dan istikamah, berusaha totalitas. Mari sekali lagi kita perhatikan di sekolah-sekolah kita yang berhasil juara kelas, orangnya pasti itu-itu terus, sebagaimana guru saya bilang tadi di atas. Kalau kita tanya kenapa? Ya alasannya dia lebih rajin belajarnya. Enggak ada orang yang lahir langsung pintar.

Sebagaimana potongan awal syair dari Imam Syafi’i:

تَعَلَّمْ فَلَيْسَ المَرْءُ يُوْلَدُ عَالِماً # وَلَيْسَ أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ

Artinya: “Belajarlah, karena tidak ada seseorang yang terlahir dalam keadaan berilmu, dan tidaklah pula orang yang berilmu itu seperti orang jahil.”

Jangan juga bilang “saya sudah lebih rajin dari dia yang juara kelas, kok tetap enggak dapat juara?” Apa kita sudah lihat 24 jam dari awal dia hidup sampai sekarang? Bisa jadi dia rajinnya dulu, jadi dia tinggal mengulang pelajarannya. Jadi rajin adalah kuncinya. Lihat deh, beneran! yang juara di sekolah kamu, ya itu-itu terus orangnya. Begitu bukan biasanya?

Memang ada orang yang memang cerdas dari lahirnya. Tapi itu bukan faktor utamanya. Angka kepintaran yang disebabkan karena faktor genetik cenderung kecil, yakni hanya 20 persen dari total seluruh populasi di dunia, dan faktor lingkunganlah yang lebih berpengaruh.

Saya yakin 80 persen orang rajin lebih unggul dari pada orang pintar yang malas, apalagi sampai dia mendapatkan lingkungan yang tepat. Terus gimana kita mau nantang orang pinter yang rajin dari lahir? Udah pinter, rajin lagi. Apalah daya, saya yang hanya debu.

Ingat, kita semua sama di mata Allah. Kita punya tuhan. Maka berdoalah, karena dengan doa, Allah bisa mengubah takdir kita. Berdoa dengan benar, tulus dan khusu’, maka persentase dikabulkan doa lebih tinggi.

﴿هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِیَّا رَبَّهُۥۖ قَالَ رَبِّ هَبۡ لِی مِن لَّدُنكَ ذُرِّیَّةً طَیِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِیعُ ٱلدُّعَاۤء﴾

Artinya: “Di sanalah nabi Zakaria As. bermunajat kepada Tuhannya. Dia berkata: Ya tuhanku, berikanlah keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar permintaan doa.” [QS. Ali-Imran: 38]

Kita bisa ambil contoh bagaimana nabi Zakaria berdoa, beliau berdoa dengan khusu’.  Ya berarti memang khusus mempersiapkan diri untuk meminta kepada Allah, bukan cuma mengangkat tangan. Kita bisa cari tempat dan waktu yang memang diberkahi, seperti di masjid, sehabis sholat, dan juga berpakaian rapi dll.

Begitu juga ketika kalian ingin ngasih proposal ke orang. Memang harus persiapan matang. Saya minta maaf jika banyak menasihati teman-teman. Saya juga minta maaf jika suatu saat saya lalai, karena saya pun juga manusia.

Istikamah Sedekah

Kemudian hal-hal yang bisa menarik rezeki adalah sedekah. Istikamah sedekah dan baik, apalagi bisa ikhlas. Saya terinspirasi dari ayah saya, beliau sosok yang menurut saya dermawan. Sesuai nama beliau Darmawi.

﴿ٱلَّذِینَ یُنفِقُونَ أَمۡوَ ٰ⁠لَهُمۡ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ ثُمَّ لَا یُتۡبِعُونَ مَاۤ أَنفَقُوا۟ مَنًّا وَلَاۤ أَذًى لَّهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَیۡهِمۡ وَلَا هُمۡ یَحۡزَنُونَ﴾

﴿قَوۡلٌ مَّعۡرُوفٌ وَمَغۡفِرَةٌ خَیۡرٌ مِّن صَدَقَةٍ یَتۡبَعُهَاۤ أَذًىۗ وَٱللَّهُ غَنِیٌّ حَلِیم﴾

  ﴿یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبۡطِلُوا۟ صَدَقَـٰتِكُم بِٱلۡمَنِّ وَٱلۡأَذَىٰ كَٱلَّذِی یُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَاۤءَ ٱلنَّاسِ وَلَا یُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلۡیَوۡمِ ٱلۡـَٔاخِرِۖ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ صَفۡوَانٍ عَلَیۡهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُۥ وَابِلٌ فَتَرَكَهُۥ صَلۡداًۖ لَّا یَقۡدِرُونَ عَلَىٰ شَیۡءٍ مِّمَّا كَسَبُوا۟ۗ وَٱللَّهُ لَا یَهۡدِی ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡكَـٰفِرِینَ﴾

[QS. Al-Baqarah 262-264]

Saya percaya, ketika saya bayar Rp.1000, Allah balas ke saya 10x lipat, bisa juga sampai 700x lipat bahkan mungkin bisa unlimited atau di luar batas perbandingan yang adil. Allah adalah Tuhan Yang Mahacerdas, Allah akan membalas sesuai kebutuhan kita, bukan dengan sesuai nominal Rp.10.000, tapi entah itu dengan kebahagiaan, rasa sehat atau keberuntungan lainnya. Jadi percayalah.

Bayangkan dengan uang Rp.1000, bisa jadi Allah berikan kesehatan pada dirimu, bahkan mungkin dengan hal yang sepele pun akan bisa mengeluarkan uang banyak, seperti tidak bisa BAB, kentut, kencing dan lain-lainnya. Kenikmatan unlimited itu adalah surga. Ingat! Syarat dan ketentuan berlaku, yaitu aturan bersedekah juga harus kamu taati.

Allah berfirman dalam al-Qur’an:

﴿مَثَلُ ٱلَّذِینَ یُنفِقُونَ أَمۡوَ ٰ⁠لَهُمۡ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِی كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ یُضَـٰعِفُ لِمَن یَشَاۤءُۚ وَٱللَّهُ وَ ٰ⁠سِعٌ عَلِیمٌ﴾

[QS. Al-Baqarah: 261]

1 biji sedekah yang kita tanam, bisa kita dapatkan balasannya 7 tangkai yang menghasilkan 100 biji, yang artinya kita akan mendapatkan 700 biji, tapi matematika Allah berbeda, sebagian ulama mengatakan maksud dari tujuh itu adalah لا حصر له, yang artinya tidak terbatas, bisa jadi lebih banyak dari 700 itu bahkan unlimited.

Sebagian aturan atau cara bersedekah, sebagaimana kita ketahui, hal terpenting di sedekah itu adalah ikhlas. Di samping ikhlas kita memberikannya pun jangan sampai menyakiti hati yang kita beri, seperti mengungkit-ngungkit pemberian, baik jasa dan lain-lainnya. Jika kita tak punya harta, kita bisa sedekah dengan senyuman atau dengan kata-kata baik yang menyenangkan orang lain.

Allah berfirman:

﴿الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ ثُمَّ لاَ يُتْبِعُونَ مَا أَنفَقُواُ مَنّاً وَلاَ أَذًى لَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ ۝ قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى وَاللّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ﴾

Di ayat itu Allah jelaskan secara simpel batas minimal aturan sedekah, yaitu dengan cara yang baik. Tidak sampai menyakiti hati yang diberi. Misal seperti melempar uangnya ke muka orang yang kita beri, atau diiringi kata-kata hinaan. Ketika sudah bersedekah, jangan sampai kita mengungkit-ungkit tanpa ada keperluan yang memang mengharuskan. Karena kalau kita begitu, ada tanda bahwa kita tidak ikhlas memberikannya.

Ada sebuah qoute yang sedikit menggelitik, tapi itu memang fakta, katanya “Ikhlaslah seperti ikhlasnya kentut.” Apakah kita merasa rugi ketika kita kehilangan kentut kita? Misal “Ah! kentutku hilang… ke mana aku harus mencarinya,”  ngucapin gitu sambil didramatisir, seakan-akan sebuah kerugian besar. Ya begitulah, setelah kita kentut. Kita tak pernah lagi memikirkan, ke mana kentutnya pergi, dan kita pun tak pernah juga mengungkit-ungkitnya. Bisa dibilang kamu benar-benar ikhlas melepaskannya. Haha!

Al-Qur’an Sebagai Penunjuk Jalan

Saya dulu juga mengalami masa kanak-kanak. Jadi saya juga pernah main game. Nah kebetulan di game yang saya mainkan itu ada opsi pilihan untuk meningkatkan lucky (keberuntungan). Jadi siapa yang banyak sedekahnya, banyak keberuntungannya. Menurut saya game yang manusia buat mirip dengan sistem kehidupan kita yang Allah buat.

Tentulah sistem Allah lebih jauh bagus dan sempurna. Kalau teman-teman mencari gamenya seperti apa? Ya bisa dibilang genrenya adalah genre Open World. Beberapa perbedaan di antaranya game yang manusia buat memperlihatkan score, sedangkan sistem yang Allah tidak. Score kita ada di buku amal perbuatan kita, dan nanti akan dipertanggungjawabkan di padang mahsyar.

Pencatatan score itu sangat detail, karena dicatat oleh malaikat Rakib dan Atid. Kalau bermain jujur tanpa bantuan memang benar-benar menantang. Tapi kalau ada cara yang bisa mempermudah kenapa tidak? Al-Qur’an adalah cheat (istilah dalam game untuk mempermudah permainan) kehidupan. Dan hidupnya kita sebagai umat Rasulullah Saw. saja sudah bisa dibilang cheat.

Coba bayangkan umat sebelum nabi Muhammad Saw., ketika beribadah 1x dibalas 1, sedangkan kita, 1x beribadah balasannya minimal 10, bahkan bisa lebih tergantung hati masing-masing. Lalu  kesalahan pun cuma dihitung satu, dan kadang dihapus. Tapi ingat, Allah paling benci dengan orang yang meremehkan.

Bahasa simpelnya sih “udah dikasih enteng, malah ngelunjak jadi ngeremehin. Dasar enggak tau diri.” Ya bayangin aja diri kamu jadi guru di sekolah, terus kamu bikin peraturan, kamu kasih keringanan, lalu ada murid yang meremehkan peraturan kamu. Sudah pasti jengkel bukan? Daripada ngeremehin, mending kita bersyukur. Alhamdulillah saya hidup sebagai umat nabi Muhammad Saw.

Lalu kenapa saya bilang al-Qur’an adalah cheat kita. Mari kita pikirkan, kalian semua pasti percaya sihirkan ya. Ya, sihir memang ada, dalam al-Qur’an ada diceritakan itu. Sihir itu keluar dari makhluk, sedangkan al-Qur’an, itu kalam Allah, itu adalah Mukjizat bagi nabi kita. Membacanya  dapat pahala, bahkan bisa dijadikan do’a, tawasul dll. Semuanya itu adalah pertolongan dari Allah yang akan membantu dan membimbing hidupmu. Dengan surat al-Fatihah, bacakan ke air, penyakit bisa sembuh, biiżnillâh.

Syekh Isa al-Ma’sharawi pernah menulis tweet di statusnya, katanya:

“نزل جبريل بالقرآن، فأصبح جبريل افضل الملائكة.
نزل القرآن على محمد ﷺ، فصار محمد سيد الخلق.
وجاء القرآن إلى أمة محمد فأصبحت أمة محمد خير أمة.
نزل القرآن في شهر رمضان فأصبح رمضان خير الشهور.
نزل القرآن في ليلة القدر فأصبحت ليلة القدر خير الليالي.
فماذا لو نزل القرآن في قلوبنا؟”

Artinya: “Turun Jibril sebagai pembawa al-Qur’an, maka jadilah ia malaikat yang paling afdal. Diturunkan al-Qur’an kepada nabi Muhammad Saw., maka jadilah beliau sebagai pemimpin makhluk. Dan al-Qur’an datang pada umat nabi Muhammad Saw., maka jadilah sebaik-baik umat. Al-Qur’an turun pada bulan Ramadan, maka jadilah ia sebaik-baik bulan. Al-Qur’an turun pada malam Lailatul qadar, maka jadilah malam itu sebaik-baik malam. Lalu bagaimana jika al-Qur’an turun ke dalam hati kita? ”

Saya dulu punya kebiasaan kalau bulan puasa, saya ikut tadarusan di mushola mengkhatamkan al-Qur’an, dengan menaruh air di depannya, bacaan dari awal sampai akhir. Kalau malam abis tarawih dulu itu, ada tuh marbot/DKM yang tiap selesai tadarrus pasti tadarrus 1 juz. Saya taruh aja tuh 1 botol gede di sana. Kalau udah tadarusan, saya titip sama marbot nyimpen airnya.

Coba bayangkan, dengan al-Fatihah saja bisa Allah jadikan keajaiban. Apalagi dengan dibacakan satu al-Qur’an utuh? Ditambah dengan tajwid yang bagus. Waw! Air yang dibacakan ayat suci itu sel-selnya berubah menjadi sel-sel baik. Saya percaya itu, hal itu sudah teruji secara ilmiah.

Manis bukan? Begitulah saya menikmati keberuntungan. Saya pribadi masih belum sampai ke level orang yang benar-benar paham dengan takdir Allah, yaitu mereka yang tidak sedih kehilangan apa yang memang bukan milik mereka dan tidak khawatir terlewat pada sesuatu yang memang akan jadi milik mereka. Mereka yang bisa seperti itu hidupnya benar-benar tenang.

Usaha Dalam Berdoa dan Perantara

Nah setelah itu, ada hal lain lagi yang saya lakukan untuk persiapan ujian. Pada malam sebelum ujian seleksi, saya minta tolong kepada teman saya buat pimpinkan sholat hajat di pondok saya untuk mendoakan kelancaran ujian saya. Bisa dibilang santri di Ponpes al-Falah Putera itu lumayan banyak, sekitar 2000 orang mungkin. Lalu seperti biasa saya pinta do’a dari orang tua saya. Jangan lupa belajar, karena belajar adalah perantara utama. Saya ucapkan terima kasih pada guru-guru dan teman-teman yang sudah mengajari saya.

Kemudian pada hari ujian, sebelum ujiannya dimulai saya membaca tawasul ke orang-orang saleh, membaca surah al-Insyirah, awal surah ar-Rahman sampai ayat ke-enam sebanyak 3x, lalu saya membawa kertas yang ada tulisan Bismillah dalam bahasa Arab sebanyak 113 dalam tas saya yang di tulis pada tanggal satu Muharram. Di dalam kertas itu juga ada nama Allah, nama nabi Muhammad Saw., sahabat yang empat dan nama Ashab al-Kahfi.

Amalan menulis Bismillah itu saya dapatkan dari guru-guru saya yang mengajarkan saya di pondok dulu, dan amalan itu juga ditulis oleh pimpinan pondok pesantren saya, KH. Syamsunie dalam Risâlah al-Awrâd al-Muntakhabah karya beliau.

Saya juga terinspirasi dari nama Ashab al-Kahfi dalam al-Qur’an, dalam kitab Hasyiah Şhâwî Tafsîr Jalâlain jilid tiga di tafsir surah al-Kahfi, di sana dijelaskan manfaat membawa tulisan nama mereka, di antaranya adalah kelancaran dalam urusan. Jangan lupa semua usaha itu hanya perantara, tetap Allah yang berkuasa dan memberi. Insyaallah tak ada ruginya jika kita mengerjakannya.

Jadi saya berfikir, nama mereka yang bukan rasul saja seperti itu, lalu bagaimana dengan sahabat empat, nabi Muhammad Saw. dan nama Allah Swt.. Sekali lagi ingat semuanya itu cuma perantara. Tapi dengan perantara usaha kita, sudah pasti Allah akan mempertimbangkannya. Tuhan kita mahapintar, cerdas dan mahaadil serta bijaksana. Itu semua cerita pengalaman saya ketika hendak menghadapi ujian seleksi Kemenag. Sekali lagi, perantara utama dari semua itu adalah belajar, saya belajar dan berjuang lebih dari beberapa teman saya berjuang.

Lalu setelah itu saya mendapat beasiswa. Alhamdulillah! Mendapat nilai tertinggi lagi di lokasi tes daerah Kalimantan. Sempat sih jadi artis dadakan, tapi sekarang sudah basi. Haha.

Cerita di Mesir

Berlanjut ke Mesir, singkat cerita saya banyak belajar. Tinggal di asrama beasiswa buuts yang disediakan oleh Azhar dengan fasilitas yang sangat memuaskan. Saya berorganisasi bersama mahasiswa lainnya. Mencari pengalaman, saya ingin mencoba totalitas dalam berorganisasi, karena merasa masih mahasiswa baru.

Di tahun pertama kuliah, saya membuat organisasi namanya ESI (Egypt Student Information),  sebagai wadah informasi tentang pendidikan yang membantu teman-teman, seperti jadwal majelis ilmu guru-guru kita di Mesir, informasi beasiswa, wadah tulisan para mahasiswa dan lain-lainnya. Media melalui website, sosmed dan aplikasi di Playstore.

Website ESI : https://egyptstudentinformation.com
Instagram @esi_info : https://www.instagram.com/esi_info
Twitter @esi_info : https://twitter.com/esi_info?s=09
Page FB : https://www.facebook.com/Egypt-Student-Information-186278381984788/
Link Download ESI di Playstore : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.information.egyptstudent

Dulu saat masa-masa saya yang menjadi pimpinan, organisasi itu pernah mendapat penghargaan media terbaik yang diberikan oleh PPMI Mesir. Saat itu saya hanya memimpin selama dua tahun, lalu setelah itu berhenti dan diteruskan yang lainnya. Di dalam organisasi itu banyak saya dapatkan pengalaman.

Naik turunnya organisasi saya rasakan juga. Saya banyak belajar darinya, mulai dari bagaimana berkolaborasi, berjuang bersama teman-teman. Di sana saya juga belajar banyak skill-skill, saya belajar photography, videography, menulis, membuat berita, desain, membuat website, membuat aplikasi dan lain-lainnya. Untuk membuat aplikasi bukan saya sendiri, tetapi kita mengerjakan bersama teman-teman.

Beberapa aplikasi yang kami buat :
1. Mu’jam al-I’rab (معجم الإعراب) https://play.google.com/store/apps/details?id=net.irabdictionary.offline

2. Mu’jam at-Ta’rifat (معجم التعريفات) https://play.google.com/store/apps/details?id=net.dictionary.arab.tarif

3. Iqro dan Tajwid Offline https://play.google.com/store/apps/details?id=com.iqro.tajwid.alquran

Dan lain-lainnya.

Beberapa tulisan yang pernah saya tulis :
1. Mesir – antara Ekspektasi dan Realita
https://egyptstudentinformation.com/mesir-antara-ekspektasi-dan-realita/

2. Arti Syukur Seorang Pejuang
https://egyptstudentinformation.com/arti-syukur-seorang-pejuang/

3. Mahasiswa Baru
https://egyptstudentinformation.com/mahasiswa-baru/

Dan lain-lainnya.

Jadi di Mesir ini kita bisa dapatkan semuanya, baik dunia maupun akhirat. Kalau kita bisa seimbangkan dunia dan akhiratnya kenapa tidak? Semoga dari cerita ini bisa memotivasi teman-teman. Untuk akhir dari tulisan ini, saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada semuanya, terkhusus kepada orang tua, saudara dan guru-guru saya di Pondok Pesantren al-Falah Putera Banjarbaru. Saya memohon maaf juga jika ada kesalahan baik sengaja maupun tidak disengaja.

Wassalamu alaikum wr. wb.

Add Comment

Your email is safe with us.

Sign In Infopelajar.id

or

Account details will be confirmed via email.

Reset Your Password