AKHLAK : Adab Kepada Guru

AKHLAK : Adab Kepada Guru

Oleh: Normalian Sari

Assalamualaikum teman-teman semua, pastinya lebih semangat dong memasuki  bulan kemerdekaan negara kita.

Kali ini sahabat Informasi Pelajar Indonesia ingin sedikit berbagi tulisan yang terdengar biasa, namun sangat penting. Terlebih di kalangan pelajar harus lebih diperhatikan.

Zaman now kalo membahas tentang “AKHLAK” nampaknya sudah banyak mengalami kemerosotan, banyak murid yang membangkang bahkan melawan gurunya. Padahal guru harus dihormati dan dimuliakan. Sebab guru adalah  orang yang mengajarkan kepada kita tentang berbagai ilmu pengetahuan. Seperti yang dikatakan penyair :

وَقْنَعْ بِجَهْلِكَ اِنْ جَفَوْتَ مُعَلِّمَا

“dan terimalah kebodohanmu bila kamu membangkang pada guru”.

Maka pada kesempatan ini, kami akan menyampaikan tulisan tentang “Akhlak terhadap Guru”.

Teman-teman yang budiman!
Dalam kitab Ta’limul Muta’alim karya Sheikh Az-Zarnuji diterangkan bahwa ada beberapa akhlak yang dapat kita praktekkan pada guru, diantaranya:

  • Pertama, hendaknya kita tidak berjalan di depan guru.
  • Kedua, tidak duduk di tempat duduknya guru.
  • Ketiga, tidak memulai bicara kecuali dengan izin guru.
  • Keempat, tidak bertanya sesuatu bila guru sedang capek/bosan.
  • Kelima, jika ingin bertemu dengan guru ucapkanlah salam dan jangan mengetuk pintunya tapi tunggu sampai guru keluar.
  • Keenam, jangan membuat guru marah/murka dan patuhilah perintahnya.
  • Ketujuh, hormatilah putra/putrinya dan orang yang ada hubungan kerabat dengan guru.

Oleh karena itulah, seorang murid harus bisa mencari kerelaan hati seorang guru, harus bisa menghormati guru, harus bisa berkata yang sopan pada guru, harus bisa melaksanakan nasihat-nasihat guru dan harus bisa menentramkan hati guru.

Kenapa seorang murid harus melakukan itu semua? Jawabannya adalah agar guru ridho/ikhlas atas ilmunya yang sudah diberikan sehingga ilmu yang kita peroleh bisa bermanfaat. tingkatan akhlak lebih dari Ilmu, sesorang yg berakhlak sudah pasti dia berilmu, namun sesorang berilmu belum tentu dia berakhlak (al’adabu fauqo ilmi).

Kemudian jika kita perhatikan ke hal yang paling mendasar dalam kehidupan kita, yaitu “Pendidikan.” Dalam era sekarang,  pendidikan moral sangat dibutuhkan oleh pelajar-pelajar generasi sekarang ini.

Bukan hanya sekedar pelajar formal yang kita butuhkan saat ini, tapi dibutuhkan pendidikan MORAL yang harus terus dibangun agar kelak para pelajar akan menghasilkan manusia-manusia yang bermoral dan berakhlak mulia.

Banyak contoh yang terjadi di sekitar kita, tidak sedikit para intelektual yang pintar-pintar tapi tidak dibarengi  dengan moral dan akhlak yang baik, banyak para oknum-oknum pejabat yang korup, juga tidak sedikit yang terkena atau terkait kasus asusila di negara ini, itu semua merupakan hasil dari pendidikan yang kurang dibarengi dengan pendidikan moral yang baik.

Teman-teman semua, sebagai generasi muda penerus cita-cita mulia para pendahulu kita ini. maka seharusnya kita bekerja keras, karena kelak kita akan menjadi pengganti tiang penyangga sang saka merah putih Indonesia, menggantikan tiang yang sudah rapuh. Dalam hal menyangga sang saka, pengetahuan di perlukan agar ia bisa ditempatkan di tempat yang layak.

Sedangkan moral dibutuhkan agar sebagai tiang penyangga tidak mudah rapuh. Belum lagi sekarang jutaan, bahkan milyaran telur rayap telah menetas. Jadi sulit mempertahankan kekokohan tiang penyangga. Tapi tetaplah kembangkan moralmu! Perbanyak ilmumu! Kobarkan semangat!  Semangat nasionalis! Semangat generasi muda!

Add Comment

Your email is safe with us.

Sign In Infopelajar.id

or

Account details will be confirmed via email.

Reset Your Password