6 Fakta Beasiswa Kajian Keislaman UIN, Nomor 3 Bikin Kaget

Oleh Dannu Akbar

1. Beasiswa satu tahun sekali

Salah satu kelemahan beasiswa ini yaitu hanya ada setahun sekali dan bersifat tidak terikat. Jadi kalian bisa daftar sewaktu waktu dan berhenti kontrak setelah selesai melakukan. Berbeda dengan beasiswa lainnya mempuyai syarat mutlak tidak bisa mengikuti beasiswa lainnya dan memang itu selalu ada disetiap penyalur beasiswa. Jadi kalian harus giat mempersiapkan karya terbaik untuk tahun depannya.

2. Tunjangan sebesar 5 juta

Nah ini sebenarnya terlihat biasa saja karena banyak beasiswa dengan nominal puluhan juta pertahunnya seperti Beasiswa Unggulan dari Mendikbud. Tapi harus diketahui juga bahwa beasiswa ini dalam internal UIN menjadi terbesar nominalnya. Jadi ada besiswa dari pemerintah pusat terbagi dalam tiga aspek, pertama beasiswa Kajian Keislaman bertumpu pada kekuatan intelektualitas pikiran dan hasil bacaan serta implementasi nilai mata kuliah, kedua besiswa PPA atau Prestasi Akademik yang bertumpu pada nilai IPK, dan ketiga Tahfidz Qur’an pasti sudah jelas kekuatan hafalan. Pertama itu nominalnya lima juta rupiah, kedua dua juta rupiah, dan terakhir tergantung hafalan jika mampu tigapuluh juz bisa sampai tiga atau lima jutaan.

3. Pesaing minim dan khusus beberapa fakultas

Sepengalaman dan pengamatan saya pribadi bahwa kuantitas pendaftar memang banyak sampai tiga ratus mahasiswa. Namun lagi lagi kembali kepada kemauan tersebut banyak dari mereka yang mendaftar kemudian tidak melengkapi berkas yang diminta sebagai syarat kelulusan berkas. Maka wajar saja jika beasiswa ini sampai dibuka dua kali sebab minimnya kemauan serta kemampuan mahasiswa dalam menuliskan pikirannya. Studi kasus saja, tahun 2017 di FDI hanya tiga orang yang mendaftarkan dan otomatis lulus. Memang aneh tapi itulah faktanya, maka banyak mahasiswa juga yang mengakali dengan kong kali kong dengan temannya yang mahir menulis tapi nanti karyanya disematkan namanya untuk dapat persenan dari tunjangan tersebut.

4. Ajang tunjuk intelektual dan idealisme mahasiswa

Menjadi tidak asik jika mahasiwa bukan idealis, karena jiwa muda dan bergelora pasti memiliki harapan dan cita cita menjulang untuk bangsa tercinta ini Indonesia. Namun sebagian hanya berpikir pragmatism dan praktis, akibatnya penulisan karya tulis ilmiah ini menjadi remeh dan receh. Ada yang menulis esay dua lembar untuk mengharapkan beasiswa Kajian Keislaman dan anehnya lulus. Pasti bahagia banget itu dapet uang lima juta tanpa susah payah, namun cobalah berpikir sejenak. Mahasiswa bukan lagi anak bocah sd yang mengerjakan tugas sebatas selesai namun sudah diranah memberikan manfaat sebesar mungkin kepada generasi selanjutnya demi kemajuan peradaban. Sedih jika melihat fakta lapangan minimnya literasi secara kuantitas dan kualitas, jika kalian mau menulis maka tulislah sebaik mungkin dan niatkan bermanfaat bagi masyarakat luas.

5. Persyaratan & Pemberkasan tidak ribet

Sekilas persyaratan beasiswa menjadi pagar terbesar yang sulit dipanjat padahal sederet syarat hanya cukup dilakukan dan sangat simple sekali. Intinya kalian harus teliti membaca satu persatu syarat , jangan sampai ada yang kelupaan dan kelewatan karena teledor apalagi menyepelekan. Kalian cukup hadir dengan sopan ketika dinyatakan lulus ke gedung Kemahasiswaan.

PERSYARATAN:

1. Memiliki minat yang tinggi pada bidang kajian keislaman multidisiplin, dibuktikan dengan surat rekomendasi dari Ketua atau Sekretaris Jurusan;

2. Memiliki karya tulis ilmiah atau hasil penelitian bidang kajian keislaman multidisiplin karya pribadi di bawah bimbingan dosen terkait bidang tersebut, dibuktikan dengan surat keterangan bermaterai 6.000 dari dosen tersebut yang menerangkan bahwa karya tulis atau hasil penelitian tersebut telah memenuhi standar ilmiah, baik isi, metode dan sistematika penulisannya, serta layak diajukan sebagai syarat mendapatkan Beasiswa Kajian Keislaman (dilengkapi dengan abstrak dan kata kunci, sitasi/pengutipan menggunakan footnote dan ditulis dengan format: kertas A4; font Times New Rowman; ukuran font 12 pt; spasi antar baris 1,00; spasi antar paragraf 0; margin atas-bawah-kanan-kiri 3 cm);

3. Bersedia mempublikasikan karya tulis ilmiah atau hasil penelitian tersebut ke dalam jurnal terakreditasi dengan mencantumkan nama dosen pembimbing sebagai tim penulis;

4. Karya tulis ilmiah atau hasil penetilian di atas bukan tugas akhir skripsi;

5. Bersedia mengembangkan karya tulis ilmiah atau hasil penelitian bidang kajian keislaman multidisiplin untuk kemajuan pendidikan;

6. Memiliki akun Google @mhs.uinjkt.ac.id;

7. Bersedia mengunggah karya tulis atau hasil penelitian tersebut ke dalam Google Scholars dengan akun email @mhs.uinjkt.ac.id;

8. Bersedia mengikuti kegiatan pelatihan Google Scholars yang dilaksanakan oleh penyelenggara;

9. Mahasiswa aktif semester VI sampai dengan semester VIII program studi keislaman, dibuktikan dengan cetak (print out) kartu rencana studi (KRS) ditandatangani. 1) FITK: Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Athfal; 2) FAH: Sejarah Kebudayaan Islam, Tarjamah, Bahasa dan Sastra Arab; 3) FU: Perbandingan Agama, Ilmu Tasawuf, Aqidah dan Filsafat Islam, Ilmu Al Quran dan Tafsir, Ilmu Hadis; 4) FSH: Perbandingan Mazhab dan Hukum, Perbandingan Mazhab Fiqih, Perbandingan Hukum, Akhwal Syakhsiyyah, Peradilan Agama, Administrasi Keperdataan Islam, Jinayah Siyasah, Kepidanaan Islam, Ketatanegaraan Islam; 5) FDIK: Manajemen Dakwah, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Bimbingan dan Penyuluhan Islam; 6) FDI: Dirasat Islamiyah.

10. Tidak sedang menerima beasiswa apapun;

11. Tidak pernah melakukan pelanggaran kode etik mahasiswa, dibuktikan dengan surat keterangan bebas pelanggaran kode etik mahasiswa dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni.

12. Memiliki rekening bank BNI non syariah;

13. Melakukan pendaftaran daring (on-line), dibuktikan dengan cetak (print out) formulir pendaftaran dan bukti pendaftaran daring (on-line);

14. Melakukan pemberkasan.

PEMBERKASAN:

1. Foto kopi kartu tanda mahasiswa (KTM) dan kartu tanda penduduk (KTP);

2. Foto kopi buku rekening;

3. Cetak (print out) kartu rencana studi (KRS) ditandatangani;

4. Cetak (print out) kartu hasil studi (KHS) ditandatangani;

5. Surat rekomendasi dari Ketua atau Sekretaris Jurusan yang menerangkan bahwa mahasiswa tersebut memiliki minat yang tinggi pada bidang kajian keislaman multidisiplin.

6. Cetak (print out) karya tulis ilmiah atau hasil penelitian bidang kajian keislaman multidisiplin karya pribadi di bawah bimbingan dosen terkait bidang tersebut (dilengkapi dengan abstrak dan kata kunci, sitasi/pengutipan menggunakan footnote dan ditulis dengan format: kertas A4; font Times New Rowman; ukuran font 12 pt; spasi antar baris 1,00; spasi antar paragraf 0; margin atas-bawah-kanan-kiri 3 cm);

7. Surat keterangan bermaterai 6.000 dari dosen pembimbing karya ilmiah atau hasil penelitian di atas yang menerangkan bahwa karya tulis atau hasil penelitian tersebut telah memenuhi standar ilmiah, baik isi, metode dan sistematika penulisannya, serta layak diajukan sebagai syarat mendapatkan Beasiswa Kajian Keislaman;

8. Surat keterangan bebas pelanggaran kode etik mahasiswa dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni;

9. Tangkapan layar (screenshoot) sebagai bukti kepemilikan akun Google @mhs.uinjkt.ac.id;

10. Cetak (print out) formulir pendaftaran daring (on-line) dan bukti pendaftaran daring (on-line) dari AIS.

11. Seluruh berkas dimasukkan ke dalam map snelhecter kertas warna hijau.

6. Cair dana terkadang lebih 1 bulan

Tau dari mana ini? Apa ada di website resminya? Pertanyaan yang sering dilontarkan dari DNA kritis mahasiswa. Tapi memang itu fakta dan sekaligus resikonya, memang biasanya cair dana ini bisa terjadi satu minggu sebelum waktu bayar UKT habis bahkan bisa satu bulan lebih baru cair. Sepengetahuan saya karena hal ini kebijakan pusat pemerintah tapi ada sangkut pautnya sama birokrasi di Kemahasiswaan. Wajar pekerjaan kemahasiswan bukan Cuma ngurusin beasiswa Kajian Keislaman, sarannya cukup stay tune cek di atm deh jadinya. Jadi bagi kalian yang nungguin cair buat bayar UKT mending bayar duluan aja nanti tinggal nungguin cair tunjangan tersebut.

Tags

Add Comment

Your email is safe with us.

Sign In Infopelajar.id

or

Account details will be confirmed via email.

Reset Your Password