3 Cara Membaca Pikiran

Oleh Dannu Akbar

3 ASAS PEMIKIRAN MANUSIA


Sudah menjadi kepastian bahwa manusia berpikir, namun perlu diketahui ada hal-hal yang mendasar (fundamental) bagi manusia dalam berpikir. Menurut Drs. H. Mundiri penulis buku Logika “kapasitas asas ini adalah pangkal atau asal dari mana sesuatu itu muncul dan dimengerti” gimana tuh maksudnya?
Asas pemikiran terbagi menjadi 3 aspek antara lain : Asas Identitas (principium identitas = qanun zatiyah), Asas Kontradiksi (principium contradictoris = qanun tanaqud), dan Asas Penolakan kemungkinan ketiga (principium exclusi tertii = qanun imtina).

Sekarang kita membahas secara sistematis
1. Asas Identitas (principium identitas = qanun zatiyah)

Prinsip ini mengatakan bahwa sesuatu itu adalah dia sendiri bukan lainnya. Jika diibaratkan kita mengakui bahwa itu HP merek A maka ia adalah HP merek A bukan B, C, atau D. maka konklusi singkat ini berbunyi “Bila proposisi itu benar maka benarlah ia”.

2. Asas Kontradiksi (principium contradictoris = qanun tanaqud)

Prinsip ini mengatakan bahwa pengingkaran sesuatu itu tidak mungkin sama dengan pengakuannya. Sebagai contoh kita mengakui bahwa anak laki kurus dan gemuk dalam waktu yang sama maka dua kata tersebuk yang hakikatnya antonym tetapi seakan menjadi sinonim inilah disebut kontradiksi. Yang dimaksudkan adalah tidak mungkin ada dua kenyataan yang konkret (jelas) dalam waktu bersamaan, jika adapun itu terbantah dengan asas identitas jika sesuatu itu benar maka bukan yang lainnya.

3. Asas Penolakan kemungkinan ketiga (principium exclusi tertii = qanun imtina)

Asas ini mengatakan bahwa antara pengakuan dan pengingkaran kebenarannya terletak pada salah satu darinya. Jika diibaratkan ada penyataan bahwa Sholat Shubuh adalah 2 rakaat lalu pertanyaanya apakah benar atau salah? Jawabannya benar karena sesuai dengan hukum sah yang fundamental dalam Islam. Maka bisa disimpulkan “suatu proposisi selalu dalam keadaan benar atau salah”
Konklusi yang paling apik menurut saya adalah ketiga asas tersebut memang selalu terjadi dalam pikiran manusia. Maka ketika kita mempelajari suatu disiplin ilmu bisa langsung fokuskan secara sistematis informasi keilmuan yang didapat dari buku-buku dan media. Sebagai penutup saya mengutip dari Hadist Rasulullah Nabi Muhammad SAW “Sebaik-baiknya Manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya”

Tags

Add Comment

Your email is safe with us.

Sign In Infopelajar.id

or

Account details will be confirmed via email.

Reset Your Password